Menjadi seorang sales adalah profesi yang menyenangkan bagiku. Apalagi bidang usaha yang kita tawarkan kepada konsumen merupakan sesuatu hal yang baru. Inilah pertama kali bagiku berkecimpung di dunia usaha ini. Mungkin, ketika tidak ada penawaran atau bertemu dengan yang merekrut tentunya aku tidak akan pernah mengetahui betapa besarnya potensi penghasilan di usaha ini. Usaha apakah itu?, tentunya pembaca bisa melihat dari tulisan-tulisan sebelumnya yang sudah saya posting pada blog ini.

Sesuatu hal yang semestinya ku lakukan, sebelum mendatangi klien untuk penawaran awal adalah mempelajari sistem secara full. Rasanya telah banyak yang ku ketahui dari informasi kepala cabang. Namun, dari bagian IT aku terlena. Banyak informasi berharga yang tidak ku ketahui dari sana. Ternyata, kelebihan yang paling berharga dan banyak dibutuhkan oleh klien adalah pada bagian IT ini. Padahal sudah ratusan surat penawaran ku antarkan ke berbagai perusahaan. 

Seandainya kelebihan pada bagian IT ini aku ketahui sejak awal, maka bentuk format penawaran yang ku buat, tentunya lebih dahsyat lagi dan pastinya akan mendatangkan klien lebih cepat. Ya, sebagai pendatang baru pada usaha ini, strategi banting harga merupakan sebuah hal yang lumrah. Sejatinya, hal tersebut tidak perlu ku lakukan, jika kelebihan-kelebihan perusahaan secara maksimal ku ketahui. 

Tidak bermaksud mengkambing hitamkan diri atau senior di kantor. Menjadi sebuah pelajaran berharga tersendiri. Seorang sales harus lebih cepat untuk mengetahui semua hal tersebut. Apalagi ini sebagai bagian pendukung untuk jualan.

Semakin banyak kita berinteraksi dari klien, semakin banyak masukan dan menjadikan kita lebih mengenal perusahaan dan produk yang kita jual. Asalkan kita dapat merekam masukan tersebut dan mempelajari lebih detail tentangnya. Yuk, lebih dekat lagi dengan bagian atau divisi lainnya. Lontarkan pertanyaan mengenai bagian tugasnya, siapa tahu ada yang menyangkut dengan kerjaan kita. #Semangatkerja..    

Datang langsung untuk menemui si pengambil keputusan memang tidak semudah yang dibayangkan. Setidaknya penawaran yang ku berikan, dititip pada security atau sekretaris cabang. Entah disampaikan atau tidak pada bagian umum yang ku tuju. Secara positif ada sesuatu hal yang dapat ku pelajari dari sana, yaitu penawaran yang ditujukan pada perusahaan tersebut haruslah surat yang lengkap detail isinya serta jelas maksudnya dan kepada siapa penyampaiannya. 

Kebanyakan selama ini, bagian penerimaan yang di depan pada sebuah kantor perusahaan memang mengedepankan fakta yang sebenarnya tidak diketahuinya. Namun, langsung saja memberikan statement menutup diri dari suatu penawaran yang sebenarnya sangat menguntungkan perusahaan dimana dia bekerja.

Bagi saya sebagai owner perusahaan, ini adalah bagian dari penutupan diri yang membuat perusahaan kehilangan momentum untuk menerima masukan bagus dari penawaran-penawaran yang datang. 

Sebaiknya, ketika ada penawaran-penawaran yang datang pada perusahaan kita, alangkah sebaiknya disampaikan ke bagian yang berwenang dan bagian berwenang membaca penawaran tersebut. Setuju atau tidak bukan menjadi masalah. Lebih baik lagi, ketika penawaran tersebut langsung di follow-up dengan menghubungi yang memasukan penawaran untuk dapat memberikan penjelasan lebih baik lagi. Setelah mendapatkan penjelasan yang akurat dan detail jika merugikan atau sama dengan penawaran sebelumnya, silahkan untuk tidak diterima. Jika lebih baik, alangkah patut untuk di coba?

Hari ini adalah hari minggu terakhir sebelum bulan puasa datang. Biasanya waktu ini dimanfaatkan untuk ziarah kubur. Sejak semalam hujan sudah mengguyur bumi bengkuang, mendaki bukit menuju pandam pekuburan terasa berat rasanya untuk dilaksanakan hari ini. Jalan setapak menuju bukit yang licin serta jalan aspal yang sempit membuat kendaraan beringsut menuju ke sana. 

Ziarah kubur merupakan sunnah Nabi. Kegiatan ziarah kubur, mengingatkan kita kepada kematian. Dari Abu Hurairah berkata: "ketika Rasulullah SAw berziarah ke kubur Ibunya, maka beliau sempat menangis sehingga orang-orang yang disekitar beliau ikut menangis. " Saat itu Rasulullah Saw bersabda: " Aku minta ijin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampunan bagi bundaku, akan tetapi beliau tidak mengizinkan. Tetapi ketika aku meminta izin kepada-Nya untuk berziarah kubur bundaku, maka beliau memberikan izin padaku. Hendaklah kalian senantiasa berziarah kubur, sebab berziarah ke kubur akan mengingatkan kalian kepada kematian. " (HR. Muslim).

Kegiatan ziarah kubur bersama keluarga besar, bagiku termasuk hal yang sangat menyenangkan. Semua keluarga berkumpul bersama-sama yang biasanya jarang bersua, saling bahu membahu membersihkan pandam pekuburan, dan makan bersama serta bercengkrama selepas pulang dari ziarah kubur menjadi sesuatu kebahagiaan tersendiri.