Canggih, pegadaian inovasinya tiada henti. Setelah bisa membayar polis Prudential, sekarang Pegadaian bisa terima tabungan emas dan ada bukunya lagi. Hampir sama seperti menabung di bank, hanya saja tabungan kita tersebut langsung di konversikan ke emas, minimal 0,01 Gram...

Ya, hanya dengan 5000 an masyarakat sudah bisa nabung. Dari pada bakar 2 batang rokok, mending duit beli rokoknya di serahkan ke pegadaian dan dapat emas 0,01 gram lagi.

Syaratnya gampang kok, cuma ktp dan nomor handphone aja. Biada Adm buka tabungan 40 ribu, terdiri dari biaya buku tabungan dan biaya penitipan emas yang hanya 2500 per bulan, tambah 1 materai 6000. Selanjutnya tidak ada biaya lagi. Kalau pun ngambil emas batangan baru dikenakan biaya.

Jadi, ketika hari ini kita melakukan penyetoran, maka akan dilihat kurs emas di pegadaian saat itu, maka uang kita akan dikonversikan ke emas. kalo harga emas 0,01 gram 5500, maka minimal tabungan yang bisa kita setor ya Rp. 5500.

Kelebihannya ketika kita mau beli emas, emas tersebut tersimpan di pegadaian, yang kita pegang hanya buku tabungannya saja, kita pun beli emasnya bisa nyicil sesuka hati kita, ada duit receh berlebih langsung aja setor ke pegadaian. Emasnya pun aman di simpan di pegadaian.

Kekurangannya, tidak ada bagi hasil atau bunga. Yang ada hanya selisih beli dari harga emas, tapi biasanya harga emas semakin lama tentunya semakin naik. Setidaknya bisa mempertahankan harga uang kita untuk di masa yang akan datang. Memang tidak sebesar deposito atau reksadana.

Kalau menabung di bank uang kita akan semakin habis, belum dari biaya adm bank, biaya kartu atm dan sebagainya. Menabung pun dengan uang gede, jika kita menabung 100 ribu aja dan antri yang panjang di depan teller, gimana rasanya gitu? ya gak ada salahnya coba menabung di pegadaian. Biasanya toh, gak ada antri, ya..paling banter 2 sampai 3 nasabah lah..hehehe...

Hmm...ingat pepatah, "jangan meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang". Nah, selain ada investasi di asuransi, reksadana atau saham, yuk tambah satu lagi tabung emas di pegadaian. Demi untuk masa depan yang belum tentu kondisinya nanti. Selamat mencoba sobat.
   


Pada tahun 2015, salah satu perusahaan ekspedisi di kota Padang yang bernama SAP Express hanya memiliki karyawan tidak sampai 10 orang. Awal 2017 ini, SAP Express cabang Padang sudah memiliki lebih dari 30 orang karyawan, dengan posisi keuangaan cabang yang sudah positif atau untung sejak 4 bulan yang lalu. Alhamdulillah pertumbuhan yang sangat kencang.

Hal ini didukung dengan semakin bertambahnya klien yang melakukan pengiriman dengan SAP Express. Saat ini, klien yang sering melakukan pengiriman berasal dari kota Padang, Payakumbuh, Pariaman, Bukittinggi dan Solok. Padahal, kota selain Padang tersebut belum memiliki kantor sendiri di daerah tersebut. Yang ada hanya kurir pick up dan kurir pengantaran saja. Kepercayaan yang tinggi membuat hal tersebut bisa terjadi.

Semakin bertambahnya klien di perusahaan ekspedisi, juga akan berdampak pada pertambahan jumlah karyawan, artinya semakin banyak jumlah SDM yang bisa di serap. Apalagi, untuk saat ini tidak hanya pertambahan karyawan saja, kesejahteraan karyawan juga semakin meningkat. Bertambah karyawan, akan juga memberikan efek kepada bertambah baiknya service yang diberikan SAP Express kepada kliennya. Tak heran, semakin banyak SDM dari perusahaan lain terkhusus perusahaan ekspedisi, melirik untuk dapat bekerja di perusahaan SAP Express.

Gencarnya pemasaran, dukungan yang full dari kepala cabang dan management pusat membuat hal ini terjadi. Apalagi management pusat banyak orang Padang di sana. Owner orang solo dan Istrinya orang Solok membuat perpaduan management yang unik dan semangat kerja yang kompetitif.

Sebuah kesenangan tersendiri, apabila suatu perusahaan dapat tumbuh dengan cepat dan mampu membuat keuntungan dengan cepat, serta dapat merekrut karyawan terbaik dan banyak secara massif di semua cabang dan lini perusahaan. Ya, itulah salah satu pengaruh positif dari sebuah perusahaan ekspedisi.    
Sungguh kacau Indonesia saat ini..Sejak pemerintahan saat ini berkuasa, banyak hal yang tidak lazim menjadi lazim. Banyak yang baik di fitnah, yang menentang di lengserkan atau di jebloskan ke balik terali penjara. Banyak juga berita yang rasanya tidak pada kebenaran yang sebenarnya. Entah lah, semoga Allah Swt melindungi Negara dan Bangsa Indonesia, serta menyelamatkan umat Muslim.

Saat ini saya tidak terlalu suka lagi dengan menonton siaran berita di televisi bahkan berita di media cetak atau pun media online. Berita yang disiarkan atau diterbitkan saya merasa ragu sumber kevalidannya. Meskipun begitu, saya masih mempercayaai sumber berita dari stasiun atau media cetak atau pun media online yang saya rasa masih menujunjung tinggi profesionalitas seorang jurnalis. Intinya, saat ini lebih baik saya menonton atau membaca tentang islam, tambah skill dari pada berita kondisi bangsa ini.

Meskipun begitu saya tetap berjuang sesuai aqidah saya, memantapkan keimanan, berjuang untuk merubah ekonomi keluarga lebih baik lagi, membantu orang disekeliling saya, apa pun lainnya yang bisa saya lakukan saat ini. Ya, semoga cobaan bangsa ini bisa segera berakhir dan saya pun kembali enak mendengar atau pun membaca berita yang positif, jujur dan tentunya yang menjadi sumber berita bisa amanah dengan jabatan yang diembannya saat ini.